Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label aktual

Teknologi Bukanlah Ancaman

Teknologi bukanlah ancaman. Meskipun ada yang menyebut teknologi adalah ancaman, bagi saya itu hanyalah ungkapan ketakukan terhadap penyalahgunaan. Sama seperti  takutnya seorang ibu bila putri kecilnya yang baru 3 tahun memegang pisau dapur. Ibunya tentu tidak ingin bila putrinya itu tergores dan berdarah, sebab kita tahu, balita tidak fasih dalam menggunakan pisau. Pun demikian dengan teknologi. Di awal kemunculan parabola, di kampung-kampung dalam lagu-lagu likee Aceh sering kita dengarkan lagu ‘abuwa keunong peungeut, makwa keunong peungeut, gara-gara parabola’ (Abuwa kena tipu, Makwa juga kena tipu, gara-gara parabola). Orang-orang yang baru mengenal televisi pada waktu itu masih ada yang belum mengerti, bahwa film yang mereka tonton adalah rekayasa aktor dan aktris di balik lensa kamera. Seakan-akan mereka yakin betul bahwa film itu benar-benar kejadian nyata hingga ada yang menangis hebat saat menonton film sedih atau berteriak keras saat aktor utamanya kena pukul, apala...

Hati-hari Berkendara di Malam Hari, Bro!

Tidak bermaksud untuk mengajak bersu'udzan, tetapi untuk mengingatkan abang-abang dan adik-adik agar lebih waspada saat berkendara sendirian di malam hari. Syaithan memang dirantai selama bulan Ramadhan. Tetapi bukan berarti orang jahat ikut tadarusan dan libur dari aktifitas kejatahannya.  Barusan di Jambotape saya distop seorang laki-laki, umur sekitar 30-35 tahun, kulit gelap, muka agak sangar, untuk minta diantarkan pulang ke Simpang Mesra. "Et Simpang Mesra mantong." Katanya. Fikiran saya langsung terbayang pada kejadian serupa beberapa tahun silam yang dimuat di surat kabar. Si penolong terpaksa merelakan sepeda motornya dirampas karena todongan senjata tajam di perutnya oleh orang yang 'dibantunya' itu, tak kuasa untuk dilawannya. Kejadiannya di jalan yang ramai (tp saya tidak ingat dimana pastinya). Barangkali orang itu memang butuh tumpangan. Tetapi waspada juga perlu. Bila beramai-ramai, tidak masalah. Jika ada hal buruk, ada yang membantu, t...

Saeni, Si Penjual Nasi di Siang Puasa dan Media-media Troller

Kalau soal drama Indonesia memang selalu juara. Nggak heran kalau Cinta Fitri bisa sampai ratusan episode. Apalagi kalau temanya terkait sentimen beragama, wah.. digoreng enak, dipanggang juga nikmat. Yang paling kasihan adalah awam yang bahkan tidak tahu duduk persoalan. Mereka serius menyimak dan emosi melihat tindak tanduk penguasa, LSM, dan media yang terkesan membela pedagang kecil. Padahal di balik itu ada olok-olok dari kaum liberal dan non muslim terhadap muslim yang (berusaha) taat dan perputaran uang dari laku kerasnya berita soal ini. Ingat, semakin banyak orang yang membaca koran atau datang mengunjungi sebuah situs berita, semakin meningkat nilai/value iklan di media tersebut. Siapa Saeni dan ada apa dengan Saeni? Khusus soal olok-olok, sudah bukan rahasia jika di media sosial dan forum-forum sosial politik yang katanya tidak boleh membahas tentang SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), atas nama kebebasan berpendapat, mereka berbicara dan mengritik secara ...

Can I trust you, Sir?

Usai kelas berakhir, dua santriwan mencegat saya di pintu saat hendak keluar. Salah satunya dari kelas sebelah. Dia meminta izin untuk menanyakan lanjutan pertanyaan dari pembahasan minggu lalu yang mengganggu pikirannya. "Mengapa Allah menurunkan agama samawi tidak langsung sekaligus sempurna selayaknya ajaran Islam? Mengapa baru pada masa Rasulullah Muhammad saw Allah menurunkan risalah yang paripurna?" Sedangkan seorang lagi meminta sedikit privasi karena yang ingin ditanyakan adalah permasalahan suami isteri tentang anak sepersusuan. Katanya dia malu jika teman-temannya mendengar dan menyangka pertanyaan itu darinya. Dia memberitahu saya jika itu adalah pertanyaan titipan dari saudara temannya. Kami kemudian berdiskusi ringan di luar kelas hingga rasa ingin tahunya terselesaikan dengan baik. Di akhir diskusi dia mengatakan, "Masya Allah, saya baru kelas 2 SMA tapi sudah tahu banyak soal suami istri." Saya terkekeh dan meyakinkannya bahwa memang dia berhak tahu...

Aswaja vs Wahabi, babak baru peradaban Islam di Aceh?

Saya semula tidak tertarik mengomentari isu Aswaja vs Wahabi, sebab ilmu saya cetek. Tidak seperti mereka yang lain. Sebagai faqir ilmu, diam sambil mengamati, menyimak sambil mempelajari, adalah jalan yang saya ambil. Lama kelamaan jenuh juga. Terlebih saat hal ini menjadi tidak jelas kemana ujungnya. Awal-awalnya nampaknya baik-baik saja saat mereka yang 'Aswaja' menuntut Mesjid Raya Baiturrahman menggunakan tongkat & menggulang khutbah saat pelaksanaan khutbah Jumat. Meski ketegangan sempat menyeruak, namun kemudian kebekuan mencair saat Imam berkenan melaksanakan apa yang disebut kesepakatan bersama untuk 'pegang tongkat & ulang khutbah' itu. Substansi permasalahan nampaknya adalah keinginan kelompok Dayah untuk menerapkan fiqh mazhab Syafi'i & Aqidah Ahlussunnah wal jamaah yang menjadi pilar pendidikan di dayah-dayah salafi Aceh di semua tempat. Tidak hanya hal-hal pokok, namun juga hal-hal yang disebut dengan sunnah oleh Aswaja namun oleh yang ...

Waspada Gempa! Aktifitas Seismik Lhokseumawe Meningkat.

Lokasi Gempa Sigli, 30/10/2011. 30/10/2011 - Sigli, Aceh, diguncang gempa berkekuatan 5.0 SR pada pukul 09.02 WIB. Gempa berpusat di darat, 54 Km Barat Daya Sigli, dengan kedalaman 10 km dari permukaan laut. Gempa turut dirasakan oleh sebagian warga Banda Aceh. Pada saat yang sama, aktifitas seismik Lhokseumawe naik besar overscale saat terjadi gempa 5.0 SR tersebut. Sebelumnya, dalam beberapa terakhir peningkatan aktifitas seismik Lhokseumawe memang telah meningkat sedang-besar. Ini berarti sedang ada penumpukan energi yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu di wilayah itu. . Jika energi yang terakumulasi terlepas sekaligus, ini akan dapat menyebabkan gempa dalam skala besar. Namun jika dibebaskan sedikit demi sedikit melalui gempa-gempa kecil, potensi kerusakan tentu dapat dikurangi. Informasi ini saya peroleh dari @wakattebayo2011 . @wakattebayo2011 adalah akun twitter yang kerap memberikan informasi kegempaan melalui tweet dan blognya http://rafjitsu.blogspot.com .

Unik. Ditilang Saat Berdemo.

Tanggal 28 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Teks Sumpah Pemuda pertama kali dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928. Tanggal 28 Oktober 2011 kemarin, segenap pemuda Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan beragam kegiatan. Namun yang paling mencolok adalah demo serentak di beberapa titik di Ibu Kota Negara, Jakarta. Salah satu di antaranya adalah demo menuntut kinerja pemerintah yang lebih baik. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata ada kisah menarik di balik demo yang satu ini? :D Mulanya demo berlangsung di depan Istana Merdeka Jakarta. Pendemo berjumlah 16 orang. Mereka semua berdemo di depan pintu masuk Samping Istana yang berjarak 20 meter dari pintu utama Istana. Puluhan polisi awalnya hanya meminta kelompok kecil tersebut agar bergeser 30-an meter, ke seberang Istana atau di pintu masuk Monas. Namun, S yang berasal dari UBK dan teman-temannya ngotot serta sempat terjadi adu dorong serta saling gertak. Polisi yang geram lalu mendorong paksa k...

Gagal jadi Haji

Saya terkejut membaca berita tentang jamaah calon haji yang pulang dari Tanah Suci untuk kepentingan Pilkada. Beritanya dapat dibaca di sini . Keterkejutan saya bukan karena mempermasalahkan tekatnya berhaji, tetapi lebih dikarenakan kasus ini jarang terjadi. Dalam bayangan saya, setiap jamaah calon haji, maka pulangnya menjadi seseorang bergelar haji/hajjah di depan namanya. Bahkan, jika ada yang meninggal pun, biasanya tidak dipulangkan, melainkan dimakamkan langsung di sana. Jadi, berita ke pulangan calon haji ini unik saja menurut saya. Namun sayangnya, masyarakat yang mengikuti pemberitaan ini lebih menyoroti masalah tekad berhaji jamaah tersebut. Seakan-akan, yang bersangkutan lebih mementingkan nafsu duniawinya dibandingkan kepentingan ukhrawinya. Komentar-komentar seperti ini menurut saya tidak patut.