Tidak bermaksud untuk mengajak bersu'udzan, tetapi untuk mengingatkan abang-abang dan adik-adik agar lebih waspada saat berkendara sendirian di malam hari.
Syaithan memang dirantai selama bulan Ramadhan. Tetapi bukan berarti orang jahat ikut tadarusan dan libur dari aktifitas kejatahannya.
Barusan di Jambotape saya distop seorang laki-laki, umur sekitar 30-35 tahun, kulit gelap, muka agak sangar, untuk minta diantarkan pulang ke Simpang Mesra. "Et Simpang Mesra mantong." Katanya.
Fikiran saya langsung terbayang pada kejadian serupa beberapa tahun silam yang dimuat di surat kabar. Si penolong terpaksa merelakan sepeda motornya dirampas karena todongan senjata tajam di perutnya oleh orang yang 'dibantunya' itu, tak kuasa untuk dilawannya. Kejadiannya di jalan yang ramai (tp saya tidak ingat dimana pastinya).
Barangkali orang itu memang butuh tumpangan. Tetapi waspada juga perlu. Bila beramai-ramai, tidak masalah. Jika ada hal buruk, ada yang membantu, tapi bila sendirian, sebaiknya biar dibantu oleh orang lain yang berkendara beramai-ramai saja.
Nyawa Anda lebih berharga.
Baru beberapa hari yang lalu, di koran lokal juga diberitakan tentang percobaan begal di kawasan Limpok, Darussalam, pukul 22.00 WIB. Jam 10 malam bro. Berani sekali penjahatnya. Pembegal berjumlah tiga orang. Mereka melempar batu besar dan kayu berpaku ke arah ban motor. Korban tidak jatuh untungnya dan terus menggeber maksimum sepeda motor dengan kondisi ban kempes sampai ke kedai terdekat yang ramai orangnya.
Ingat selalu pesan Bang Napi,
Kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan.
Yang nggak ada niat saja bahaya, apalagi yang niat banget seperti itu.

Komentar
Posting Komentar