Langsung ke konten utama

Unik. Ditilang Saat Berdemo.

Tanggal 28 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Teks Sumpah Pemuda pertama kali dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928.

Tanggal 28 Oktober 2011 kemarin, segenap pemuda Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan beragam kegiatan. Namun yang paling mencolok adalah demo serentak di beberapa titik di Ibu Kota Negara, Jakarta. Salah satu di antaranya adalah demo menuntut kinerja pemerintah yang lebih baik.

Tapi tahukah Anda bahwa ternyata ada kisah menarik di balik demo yang satu ini? :D

Mulanya demo berlangsung di depan Istana Merdeka Jakarta. Pendemo berjumlah 16 orang. Mereka semua berdemo di depan pintu masuk Samping Istana yang berjarak 20 meter dari pintu utama Istana.

Puluhan polisi awalnya hanya meminta kelompok kecil tersebut agar bergeser 30-an meter, ke seberang Istana atau di pintu masuk Monas.

Namun, S yang berasal dari UBK dan teman-temannya ngotot serta sempat terjadi adu dorong serta saling gertak. Polisi yang geram lalu mendorong paksa kelompok S ke pintu masuk Monas.


Nah, di seberang Istana di pintu Monas tersebut, kelompok S cs ternyata tetap membuat polisi geram. Sebab, meskipun sedikit, aksi S cs sangat militan dengan mendorong aparat berseragam.

Saat aksi kelompok ini mereda, S mengambil sepeda motor yang tadi tertinggal di dekat pintu samping Istana Merdeka. Dia pun santai menunggangi motor yang hanya berjarak 30-an meter.

Tak disangka, S langsung didatangi polisi dari kesatuan lalu-lintas dan menilang ditempat. S yang tidak berhelm ini tidak menyangka akan diciduk dengan pasal pelanggaran lalu-lintas. Dia pun langsung masam, diikuti belasan temannya yang merasa kalah strategi.

"Oke, ini tilang masalah sendiri. Tapi demo jangan dibubarkan," ucap S sambil membuka dompet hendak menunjukan surat kendaraan.

Hanya saja, saat S digiring ke dalam pagar Monas, teman-temannya langsung gontai. Mereka pun bubar dan ngedumel sejadi-jadinya. "Wah sial, beraninya main tilang," seloroh mahasiswa ngedumel. Hahaha :D

 --------------------

Ada petuah bijak yang mengatakan, perbaikilah dirimu sendiri sebelum memperbaiki orang lain. Tampaknya hal itu tidak berlaku pada S. S meminta pemerintah agar meningkatkan kinerjanya, yang berarti untuk tunduk pada Undang-Undang, taat hukum, memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Kritik atau masukannya sangat bagus. Namun ironisnya, S sendiri tidak mampu untuk tertib diri sendiri.

Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar sering-sering bercermin, melihat diri sendiri, lalu memperbaiki hal-hal yang kurang baik pada diri sendiri sebelum mengkritik orang lain kemudian.

Data Penunjang : Detik.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agama Penghambat Kemajuan, benarkah?

Baru saja membaca komentar di salah satu forum yang saya ikuti soal agama menghambat kemajuan. Isu lama yang kembali diangkat. Dan well, saya bersimpati pada yang menulis karena baginya, agama tak lebih sebagai hambatan. Agama dipersepsikan sebagai kekangan yang membuat sebuah bangsa menjadi sulit untuk maju. Baginya, agama adalah sebuah kesalahan. Padahal kenyataannya tidak begitu. Islam itu way of life, bukan tembok yang menghalangi kreatifitas. Islam adalah tuntunan untuk menjalani rutinitas dalam ketaatan kepada Allah. Selama itu baik, bermanfaat, tidak bertentangan dengan larangan Allah pada hal-hal yang telah jelas keharamannya, Allah memperbolehkan hambanya untuk melakukannya. Pada hal-hal yang demikian Rasulullah dalam haditsnya menyebut sebagai rahmat Allah bagi hamba-Nya. Lihat saja sebagai contoh, pekerjaan meneliti di laboratorium, untuk mencari kemaslahatan di bidang sains, atau melakukan perjalanan antar planet sekali pun, tidak ada larangan Allah terhadap hal demi...

Munafik

Nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati. Oleh al-Raghib, nifaq di artikan masuk dengan syara’ (agama) dari satu pintu dan keluar darinya melalui pintu yang lainnya. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat at-Taubah ayat 67 yang mengatakan bahwa orang-orang munafiq itu adalah orang yang fasiq, yaitu orang yang keluar dari syara’. Nifaq juga diartikan menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. Allah swt berfirman : المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون Artinya : “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubah : 67)

Babak Baru Aswaja vs Salafi Aceh : Perang Ilmiah

Setelah era tuding menuding di masa lalu, debat kusir di kolom komentar di zaman Fb, ribut-ribut dalam mesjid beberapa waktu lalu, duduk semeja dengan Muspida, sekarang sudah mulai era baru : debat terbuka melalui tulisan. Baca juga tulisan saya:  Aswaja vs Wahabi, babak baru peradaban Islam di Aceh? Ini bagus dan ini akan seru, selama yang dipertarungkan adalah murni argumen/dalil ilmiah dari masing-masing kelompok. Bukan adu kuat, bukan adu emosi, bukan saling lempar tudingan. Bukankah kita sering dikisahkan bahwa di era keemasan Islam dahulu ulama dan para ahli hikmah yang berbeda pandangan sering berdebat ilmu satu sama lain dalam urusan agama? Yang seperti ini lebih terhormat, dialog intelektual yang sehat. Silakan da'i terbaik dari masing-masing kelompok siapkan amunisi dalil yang kuat. Kami yang awam-awam ini akan menyaksikan dan dapat belajar banyak dari hal ini. http://aceh.tribunnews.com/2016/06/21/catatan-untuk-dakwah-salafy-hendaklah-lebih-toleran http://...