Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label asal

Saya ngeblog untuk siapa?

Untuk diri sendiri. Ini lucu. Kadang-kadang ide muncul begitu saja. Bergumam dalam batin rasanya seperti membiarkan bus-bus lewat tanpa dihentikan untuk ditumpangi, padahal sedang ingin menempuh perjalanan. Bus-bus itu lewat begitu saja. Bukannya kalau dihentikan lalu naik bus, busnya jadi lebih bermanfaat? Seperti itulah kira-kira. Kadang-kadang lintasan ide yang muncul ini saya tangkap lalu tuliskan dalam google keep di handphone, aplikasi khusus dari google yang selalu membantu saya mengabadikan catatan-catatan kecil pribadi, bagaikan buku notes saku. Tapi jika ada waktu luang, seperti saat ini, jam 04:35, saya tuliskan saja apa saja yang terlintas dalam fikiran. Seperti tulisan ini. Apakah tulisan seperti ini layak untuk dibagikan? Kalau untuk ukuran surat kabar, tentu tidak. Tapi untuk mengisi waktu pada pagi buta seperti ini, saat kantuk tidak kunjung datang, maka menulis hal nggak berguna seperti ini memberikan saya sedikit kesibukan. Tapi serius. Saya menulis di b...

Bukan Anak Malam

Sesekali mereka melihat dengan pandangan heran. Mungkin menyangka saya adalah mata-mata, atau intelijen yang lagi bosan tugas, duduk sendirian di bawah langit malam sambil menyeruput minuman itu-itu saja setiap malam. Tanpa perlu saya beritahu, penjual jus di simpang Jambotape itu memang selalu langsung membuatkan jus mangga dengan gula sesendok saja saban kali saya datang. Bukannya saya anak malam. Siang pun saya kadang keluar dari sarang, namun di lain tempat dan tujuan. Bila siang atau sore, biasanya yang saya cari itu kopi, biar melek mata ini dan semangat untuk bikin ini itu. Padatnya aktifitas pun bisa diimbangi. Tapi masalah keluar malam, di atas jam 12, itu bukan tanpa kesengajaan, melainkan kesengajaan namun tanpa paksaan. Biasanya, tugas-tugas saya memang tuntas saat yang lain telah terlelap, atau bahkan sudah mimpi satu dua episode. Eh kok bisa begitu? Disuruh kerja paksa kah? Tidak! Tentu saja. Tugas saya disini sederhana, mengelola pendidikan dan fasilitas kompute...

Import Tulisan Lama

Baru selesai memindahkan tulisan-tulisan lama dari note FB ke blog yang ini. Artikelnya sudah sedikit berdebu dengan gaya tulisan yang amburadul.

The Royal Wedding dan Mawar, Seorang Kembang Desa

Sebut saja namanya Bunga, seorang gadis jelita yang mendapatkan pinangan dari seorang pangeran tampan. Hidupnya yang biasa akan menjadi luar biasa. Dari kehidupan biasa seorang rakyat jelata menjadi seorang tuan putri yang tinggal di istana. Tidak sedikit gadis lain di seluruh negeri bermimpi ingin menjadi seperti Bunga, yang juga ingin dipinang pangeran tampan dan selanjutnya akan tinggal di istana, meninggalkan kesibukan mencuci, menyetrika, menanak nasi, bahkan kadang sampai memberi pakan ternak peliharaan keluarga, seperti biasanya. Pada hari yang telah direncanakan, kedua mempelai, Bunga dan Sang Pangeran pun melangsungkan pernikahan. Seluruh negeri menyambutnya dengan gegap gempita. Mulai dari petani, nelayan, pelayan, petugas keamanan, guru, pegawai negeri, sampai pejabat pemerintahan merasa haru dan gembira. Mereka senang karena Pangeran akhirnya telah menemukan pasangan hidupnya dan berharap mereka akan menjadi pasangan yang bahagia sampai maut memisahkan keduanya. Mereka ju...