Langsung ke konten utama

Tentang Sepi


Ada orang mengatakan, tanpa keramaian hidup tidak berwarna. Padahal mereka hanya tidak tahu bahwa bagi sebagian yang lain, keheningan itu ramai, diam itu berbicara. Ramai justru kuburan, bicara bahkan kadang-kadang tidak asik!

Melangkah dalam hujan sendirian seperti katanya Rowan Atkinson itu menarik,  tentang bagaimana sepi menjadi syahdu dalam rintik air hujan, menyatu dan menghapus air mata.
Melangkahkan kaki dengan muka tertunduk tanpa ada yang bisa menerka apa isi hati.
Atau berjalan sendirian di bawah lampu malam, lalu duduk di sudut kota sambil menggerakkan jemari, memainkan hp dan membalas pesan-pesan yang seharian terabaikan.

Sepi itu ramai, ribut, dengan kata-kata yang tidak terucap. Sepi itu unik, merangkai imajinasi hingga ke tingkat yang tertinggi. Tapi benar, sepi itu berbahaya. Ada setan lalu lalang dan terus membisikkan pada kejahatan. Dia perlu untuk ditendang jauh, agar jangan sampai membajak diri, dan juga hati.

Selamat menikmati sepi, penikmat hening!

#catatanlama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babak Baru Aswaja vs Salafi Aceh : Perang Ilmiah

Setelah era tuding menuding di masa lalu, debat kusir di kolom komentar di zaman Fb, ribut-ribut dalam mesjid beberapa waktu lalu, duduk semeja dengan Muspida, sekarang sudah mulai era baru : debat terbuka melalui tulisan. Baca juga tulisan saya:  Aswaja vs Wahabi, babak baru peradaban Islam di Aceh? Ini bagus dan ini akan seru, selama yang dipertarungkan adalah murni argumen/dalil ilmiah dari masing-masing kelompok. Bukan adu kuat, bukan adu emosi, bukan saling lempar tudingan. Bukankah kita sering dikisahkan bahwa di era keemasan Islam dahulu ulama dan para ahli hikmah yang berbeda pandangan sering berdebat ilmu satu sama lain dalam urusan agama? Yang seperti ini lebih terhormat, dialog intelektual yang sehat. Silakan da'i terbaik dari masing-masing kelompok siapkan amunisi dalil yang kuat. Kami yang awam-awam ini akan menyaksikan dan dapat belajar banyak dari hal ini. http://aceh.tribunnews.com/2016/06/21/catatan-untuk-dakwah-salafy-hendaklah-lebih-toleran http://...

Munafik

Nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati. Oleh al-Raghib, nifaq di artikan masuk dengan syara’ (agama) dari satu pintu dan keluar darinya melalui pintu yang lainnya. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat at-Taubah ayat 67 yang mengatakan bahwa orang-orang munafiq itu adalah orang yang fasiq, yaitu orang yang keluar dari syara’. Nifaq juga diartikan menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. Allah swt berfirman : المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون Artinya : “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubah : 67)

Senioritas

Anda seorang manusia biasa yang berorganisasi, sekolah, kuliah, kerja, dan hidup bermasyarakat? Tentu tidak asing dengan istilah senioritas bukan? Menjadi seorang senior bagi sebagian orang merupakan sebuah kebanggaan, entah karena pengalaman yang dimiliki, ilmu atau entah karena umur yang lebih tua (atau juga karena umurnya muda tampangnya doang yang tua, hehehe). Perasaan memiliki nilai lebih dari yang lebih muda karena lebih dulu mengalami hal yang dialami oleh pendatang baru (junior) acap kali membuat sang senior lupa bahwa beliau dulu pernah menjadi seorang junior. Senior umumnya menginginkan diri mereka dihormati oleh para junior walau bagaimanapun juga, merasa ingin selalu diutamakan dari juniornya, meskipun ada juga yang tidak demikian (senior yang baik, hehe). Jika pendefinisian umum senioritas seperti apa yang teruraikan di atas, maka hal ini tidaklah jauh dari penyakit yang dinamakan dengan ujub. So what is ujub mean? Chek it out! Ujub adalah sifat seseor...