Langsung ke konten utama

Promosi di Warung Kopi

Selalu ada sisi yang unik dari warung kopi di Aceh. Jika pada tulisan yang lalu saya telah memaparkan perkembangan warung kopi biasa menjadi warung kopi yang dilengkapi fasilitas wifi, kali ini saya akan sedikit menceritakan bagaimana warung kopi di Aceh menjadi sasaran promosi empuk sejumlah pabrik rokok dan kartu telepon selular.

Promo Rokok dan kartu telepon selular di warung kopi dilakukan Sales Promotion Girl (SPG). Bukan SPG kalo tidak cantik-cantik. Kehadiran mereka tampak kontras dengan pemandangan warung kopi yang didominasi dengan pengunjung laki-laki. Mereka datang dengan membawa rokok, angket, dan kadang-kadang disertai dengan bintang iklannya langsung (duplikatnya. Hehe).

Pernah suatu hari saya menyeruput kopi Aceh di warung kopi di Kawasan Beurawe, Banda Aceh. Saat itu saya didatangi oleh beberapa SPG dan menawarkan rokok kepada saya. Saya katakan pada mereka bahwa saya tidak merokok. Lalu saya diminta untuk mengisi angket yang mereka bawa. Di lain hari saat saya sedang duduk sendirian di warung kopi Lampineung, Banda Aceh, saya didatangi SPG dan menawarkan kartu telepon selular dengan harga murah dan memberikan brosurnya kepada saya. Tapi saya tidak membeli karena saya sudah punya 3 kartu yang providernya berbeda di saku saya. Yang menarik, ada duplikat bintang iklan yang sering terlihat di televisi yang ikut dihadirkan ke tempat itu. Dia memperagakan cara menelpon tanpa henti dengan mengikat handphonenya di telinga. Handphone itu diikat dengan melilitkan handuk kecil di kepalanya. Terang saja, suasananya jadi ramai. Semua mata tertuju padanya.

Kita sering melihat iklan rokok di televisi, namun kita tidak pernah melihat batang rokok secara langsung. Hal ini karena di atur di dalam Undang-Undang Penyiaran Indonesia yang melarang hal tersebut. Namun di warung kopi, hal itu tidak berlaku.

Pemandangan seperti itu mungkin bukan pemandangan luar biasa, sebab hal-hal seperti itu juga sudah sering dilakukan di daerah mana pun. Namun saya menyayangkan, promosi semacam itu tidak selalu berlaku jujur. Kadang-kadang cara promosi yang tidak sehat juga kerap terjadi.

Suatu ketika saat saya bersama beberapa teman saya berkumpul di warung kopi di Banda Aceh, meja kami didatangi beberapa SPG yang menawarkan produk rokok gratis. Namun dengan syarat, bersedia menukarkan dengan minimal 5 batang rokok dari sebuah prabrikan besar. Saya bertanya kepada SPG tentang metode promosinya, namun dia hanya menjawab, “biasa bang, persaingan dagang”.

Seperti inilah warung kopi di Banda Aceh. Selain sebagai tempat nongkrong, kantor bagi sebagian orang (pengguna wifi, hehe), juga sebagai tempat promosi yang menarik bagi sejumlah perusahaan besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agama Penghambat Kemajuan, benarkah?

Baru saja membaca komentar di salah satu forum yang saya ikuti soal agama menghambat kemajuan. Isu lama yang kembali diangkat. Dan well, saya bersimpati pada yang menulis karena baginya, agama tak lebih sebagai hambatan. Agama dipersepsikan sebagai kekangan yang membuat sebuah bangsa menjadi sulit untuk maju. Baginya, agama adalah sebuah kesalahan. Padahal kenyataannya tidak begitu. Islam itu way of life, bukan tembok yang menghalangi kreatifitas. Islam adalah tuntunan untuk menjalani rutinitas dalam ketaatan kepada Allah. Selama itu baik, bermanfaat, tidak bertentangan dengan larangan Allah pada hal-hal yang telah jelas keharamannya, Allah memperbolehkan hambanya untuk melakukannya. Pada hal-hal yang demikian Rasulullah dalam haditsnya menyebut sebagai rahmat Allah bagi hamba-Nya. Lihat saja sebagai contoh, pekerjaan meneliti di laboratorium, untuk mencari kemaslahatan di bidang sains, atau melakukan perjalanan antar planet sekali pun, tidak ada larangan Allah terhadap hal demi...

Munafik

Nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati. Oleh al-Raghib, nifaq di artikan masuk dengan syara’ (agama) dari satu pintu dan keluar darinya melalui pintu yang lainnya. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat at-Taubah ayat 67 yang mengatakan bahwa orang-orang munafiq itu adalah orang yang fasiq, yaitu orang yang keluar dari syara’. Nifaq juga diartikan menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran. Allah swt berfirman : المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون Artinya : “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubah : 67)

Babak Baru Aswaja vs Salafi Aceh : Perang Ilmiah

Setelah era tuding menuding di masa lalu, debat kusir di kolom komentar di zaman Fb, ribut-ribut dalam mesjid beberapa waktu lalu, duduk semeja dengan Muspida, sekarang sudah mulai era baru : debat terbuka melalui tulisan. Baca juga tulisan saya:  Aswaja vs Wahabi, babak baru peradaban Islam di Aceh? Ini bagus dan ini akan seru, selama yang dipertarungkan adalah murni argumen/dalil ilmiah dari masing-masing kelompok. Bukan adu kuat, bukan adu emosi, bukan saling lempar tudingan. Bukankah kita sering dikisahkan bahwa di era keemasan Islam dahulu ulama dan para ahli hikmah yang berbeda pandangan sering berdebat ilmu satu sama lain dalam urusan agama? Yang seperti ini lebih terhormat, dialog intelektual yang sehat. Silakan da'i terbaik dari masing-masing kelompok siapkan amunisi dalil yang kuat. Kami yang awam-awam ini akan menyaksikan dan dapat belajar banyak dari hal ini. http://aceh.tribunnews.com/2016/06/21/catatan-untuk-dakwah-salafy-hendaklah-lebih-toleran http://...