"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
Demikian firman Allah dalam al-Qur'an surat ali-Imran ayat 185. Tak ada yang dapat mengelak kematian meskipun dia seorang raja yang paling zalim sekalipun, tidak pula jika dia adalah seorang Rasul Allah. Fir'aun yang melampaui batas, mengaku dirinya Tuhan, tewas mengenaskan, Rasulullah saw yang maksum (terbebas dari dosa) sekalipun, juga mengalami apa yang disebut dengan kematian.
Berbagai definisi tentang kematian bersileweran dalam pemikiran Islam, dua yang masyhur di antara adalah :
1. Kematian sebagai pintu gerbang menuju akhirat.
Islam merupakan agama yang mengajarkan pemeluknya untuk mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Keyakinan ini ditekankan sebagai salah satu rukun iman, percaya dengan adanya hari akhir. Hari akhir yang dimaksudkan adalah hari ketika manusia mempertanggungjawabkan amalannya semasa hidup di dunia di hadapan mahkamah Allah, baik atau burukkah itu yang pada akhirnya Allah akan memutuskan orang tersebut untuk layak ditempatkan di surga atau pun neraka.
Kehidupan Akhirat ini tidak bisa diakses dengan transportasi darat, laut, maupun udara. Kehidupan akhirat ini bukanlah seperti kehidupan glamour dunia malam di kota-kota besar yang dapat di akses dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Akan tetapi, untuk menuju alam ini, petualangan baru akan dimulai dengan cara berpisahnya ruh dengan jasad dan hilangnya tanda-tanda kehidupan, mati.
Alam barzah juga disebutkan sebagai pintu gerbang menuju alam akhirat, karena mulai dari alam barzah inilah seorang manusia mulai mendapatkan perlakuan khusus sebagai calon penghuni surga atau neraka, malaikat akan datang dan bertanya-tanya kepadanya tentang berbagai hal, mulai dari Tuhan, Malaikat, kitab suci, dan lainnya. Demikian digambarkan oleh sebahagian pemikir muslim kita.
2. Kematian merupakan ajang untuk mempertanggungjawabkan amal ibadah.
Allah mengatur kehidupan di dunia dengan firman-Nya yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an dan juga melalui perantaan hadits Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, dalam hidup ini, ada aturan aturan baku yang telah digariskan oleh Allah swt, mulai dari yang wajib dijalankan, sunat, makruh, mubah, sampai dengan yang haram.
Sesuai dengan logika matematis, bila ada sebab, maka harus ada akibat. Bila ada peraturan, maka ada konsekuensinya. Dalam Islam, konsekuensi itu digambarkan dalam istilah pahala dan dosa. Bila seseorang melakukan perbuatan baik, perbuatan yang dianjurkan atau memang perbuatan yang diwajibkan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala. Demikian juga sebaliknya, bila seseorang melakukan perbuatan yang melanggar aturan Tuhan, tentu akan mendapatkan dosa. Dosa dan pahala inilah yang nanti akan dihitung (hisab) di Mizan kelak.
Secara umum, kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan seperti bernafas, bergerak, bersuara, dan sebagainya. Namun yang pasti, mati itu akan dirasakan oleh setiap makhluk yang bernyawa terlepas oleh sebab apa dan kapan waktunya.
Mau masuk surga apa neraka? Silahkan beli tiketnya sekarang juga sebelum waktunya tiba :)
(Rahmatul Fahmi)
Demikian firman Allah dalam al-Qur'an surat ali-Imran ayat 185. Tak ada yang dapat mengelak kematian meskipun dia seorang raja yang paling zalim sekalipun, tidak pula jika dia adalah seorang Rasul Allah. Fir'aun yang melampaui batas, mengaku dirinya Tuhan, tewas mengenaskan, Rasulullah saw yang maksum (terbebas dari dosa) sekalipun, juga mengalami apa yang disebut dengan kematian.
Berbagai definisi tentang kematian bersileweran dalam pemikiran Islam, dua yang masyhur di antara adalah :
1. Kematian sebagai pintu gerbang menuju akhirat.
Islam merupakan agama yang mengajarkan pemeluknya untuk mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Keyakinan ini ditekankan sebagai salah satu rukun iman, percaya dengan adanya hari akhir. Hari akhir yang dimaksudkan adalah hari ketika manusia mempertanggungjawabkan amalannya semasa hidup di dunia di hadapan mahkamah Allah, baik atau burukkah itu yang pada akhirnya Allah akan memutuskan orang tersebut untuk layak ditempatkan di surga atau pun neraka.
Kehidupan Akhirat ini tidak bisa diakses dengan transportasi darat, laut, maupun udara. Kehidupan akhirat ini bukanlah seperti kehidupan glamour dunia malam di kota-kota besar yang dapat di akses dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Akan tetapi, untuk menuju alam ini, petualangan baru akan dimulai dengan cara berpisahnya ruh dengan jasad dan hilangnya tanda-tanda kehidupan, mati.
Alam barzah juga disebutkan sebagai pintu gerbang menuju alam akhirat, karena mulai dari alam barzah inilah seorang manusia mulai mendapatkan perlakuan khusus sebagai calon penghuni surga atau neraka, malaikat akan datang dan bertanya-tanya kepadanya tentang berbagai hal, mulai dari Tuhan, Malaikat, kitab suci, dan lainnya. Demikian digambarkan oleh sebahagian pemikir muslim kita.
2. Kematian merupakan ajang untuk mempertanggungjawabkan amal ibadah.
Allah mengatur kehidupan di dunia dengan firman-Nya yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an dan juga melalui perantaan hadits Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, dalam hidup ini, ada aturan aturan baku yang telah digariskan oleh Allah swt, mulai dari yang wajib dijalankan, sunat, makruh, mubah, sampai dengan yang haram.
Sesuai dengan logika matematis, bila ada sebab, maka harus ada akibat. Bila ada peraturan, maka ada konsekuensinya. Dalam Islam, konsekuensi itu digambarkan dalam istilah pahala dan dosa. Bila seseorang melakukan perbuatan baik, perbuatan yang dianjurkan atau memang perbuatan yang diwajibkan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala. Demikian juga sebaliknya, bila seseorang melakukan perbuatan yang melanggar aturan Tuhan, tentu akan mendapatkan dosa. Dosa dan pahala inilah yang nanti akan dihitung (hisab) di Mizan kelak.
Secara umum, kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan seperti bernafas, bergerak, bersuara, dan sebagainya. Namun yang pasti, mati itu akan dirasakan oleh setiap makhluk yang bernyawa terlepas oleh sebab apa dan kapan waktunya.
Mau masuk surga apa neraka? Silahkan beli tiketnya sekarang juga sebelum waktunya tiba :)
(Rahmatul Fahmi)
Komentar
Posting Komentar